Thursday, August 6, 2015

Cerita di balik lagu-lagu di Album Inertia.

MONKEY TO MILLIONAIRE - ISI LAGU DI INERTIA.

Album Inertia adalah full album kedua dari Monkey to Millionaire setelah album pertama kita, Lantai Merah.
Di Album kedua ini, kita (Wisnu dan Aghan) membuat album ini benar-benar dari pemikiran kita sendiri semenjak keluarnya kita dari label Sinjitos Records dan tanpa produser sama sekali yang membantu masukkan ide dari segi lagu dan sound (seperti halnya yg kita lakukan di album pertama Lantai Merah.

Pada saat itu banyak sekali orang yg menganggap kalo kita "tertidur" dan ngga melakukan apa-apa yang berurusan dengan materi baru Monkey to Millionaire.

Tapi kita berdua mendiamkan hal itu, dan lebih suka berkerja diam-diam dan biarkan orang tau kalo kita "tidur" aja pada saat itu. Itu kenapa cover album kita digambar dengan orang yg tertidur dan nama albumnya Inertia (keinginan untuk tidak bergerak).

Dan sekarang kita, mau menceritakan isi pikiran kita yang terjadi dan kita tuangkan ke dalam lagu-lagu yang terdapat di Inertia. Cerita lagu per lagu akan kita tulis di sini.

jadi, ayo kita mulai: 

1. Humiliation
Di lagu ini, gue menulis lirik tentang orang yang ditemuin dan dia selalu cerita di sosial media tentang betapa sedihnya dia dengan masalahnya. Saking berat masalahnya, dia hanya mau memakai baju yang hitam-hitam, tapi setelah didengar langsung ceritanya, masalahnya sama sekali ngga seberat itu dan ga lebih dari sekedar rasa manja. Dan hal yang dilakuin itu cuma sekadar pencitraan dan tanpa dia sadar dia hanya malu-maluin diri dia sendiri.

2. Sepi Melaju
Lagu ini bercerita tentang kalo ada beberapa orang yang bisa secara total menyerahkan diri ke rasa amarah dan rasa kecewa aja. Jadi dia hanya melihat segala sesuatu dari hal negatif aja. Tapi akhirnya ada rasa sadar kalo akhir dari mengikuti rasa marah cuma ada rasa kosong aja di ujungnya. Mereka yang melakukan ini karena terlalu sering nya dikecewain sama sekitarnya. Dan di sini gue menggambarkan sisi ga enaknya dari rasa ini di lagu Sepi Melaju, supaya orang lebih berhati-hati aja dalam berucap karena sangat mudah untuk ngebuat orang lain kecewa dan menjadi negatif namun tetap diam.


3. Senja Membunuh
Lagu ini ditulis, waktu itu gue abis ngobrol dgn seseorang, mengenai pemikiran kenapa masih ada aja orang yang ngga mengerti tentang adanya tujuan hidup yang ujungnya ngga selalu materi, tapi bisa aja hanya sekadar ingin senang dan bahagia. Sampai ngototnya orang itu, akhirnya perbincangan pun berhenti tidak baik-baik. Sampai akhirnya suatu hari, pas sore-sore gue masih kepikiran soal obrolan itu dan mikir sambil ngerokok "apa yang salah yah dari tujuan seperti itu?" dan dari situ mulai berpikir kalo, emang ada aja hal-hal yang ga semua orang ngerti. Mau dijelasin sampai mati sekalipun. Intinya, kita adalah kita, mereka adalah mereka.

4. Summer Rain
Lagu ini cuma bercerita tentang kisah yang pernah dimulai di hari yg panas sekali, tapi gatau kenapa turun hujan saat itu dan tetap jadi hari yang panas, ga ada mendung sama sekali. Dan setelah satu tahun lewat, kisahnya berakhir, bener-bener di hari yang persis kayak waktu kisahnya dimulai, yaitu panas dan hujan di waktu bersamaan tanpa mendung sama sekali.

5. Anoreksi
Lagu ini tentang rasa mual yang dialami karena penolakan yang berulang kali terjadi. Dan gue menggambarkan hal ini di liriknya, seperti penyakit Anoreksia yang selalu menolak tiap makanan yang masuk, dan ini cuma bahasa julukan dari gue dan Aghan aja kalo hal ini seperti jenis penyakit baru, jadi diberi nama Anoreksi bukan Anoreksia.

6. Parade
Tentang rasa kecewa ke diri sendiri terhadap hal2 bodoh yang selalu dilakukan berulang-ulang. Hingga saking keselnya, gue menulis lirik ini untuk menggambarkan, kalo saking bodohnya, pada saat mati nanti, pasti akan ada parade yang mengiringi jenazahnya karena rasa senang kalo dia udah ngga ada, bukan karena sedih.

7. Jail On Fire 
Di lagu ini, gue menggambarkan tentang jeleknya rasa cemburu persis seperti makhluk jahat yang muncul entah dari mana (dasar laut atau bawah tanah dari hutan) yang sekalinya muncul pasti akan mendominasi sebaik apapun sifat seseorang tadinya dan memunculkan rasa panik yang diibaratkan seperti rasa panik karena dimasukkan ke dalam penjara yang terbakar api. Dan rasa cemburu merupakan rasa sifat paling beda dari semua sifat. Itu kenapa lagu ini dibuat dengan suasana dan nuansa paling beda sendiri dari semua lagu di album Inertia.

8. Ruang Rasa
Tentang mengertinya rasa orang-orang yang ditinggal sendiri oleh orang yang tadinya mengerti dan satu paham. Di Lagu ini, gur menggambarkan mereka yang mengerti, seperti berada di dalam satu ruangan yang sama.

9. Man
Cerita tentang orang yang selalu senyum dan ngasih janji-janji manis hanya di depan, tapi menusuk kalo di belakang. Gue menulis lirik ini, dengan tujuan, ingin memberitahu kalo orang seperti ini memang ada. Dan banyak.

10. Tanpa Hati
Cerita tentang apa yang kita rasa kalau bicara dengan orang yang selalu merasa benar dan berkepala batu. Saking mengganggunya, ibaratnya, lebih baik mati daripada bicara dengan orang seperti ini, karena ga bisa disembuhkan dengan obat apapun rasa kesalnya, dan pelan-pelan akan merusak mental dan hati kita sendiri, karena dia seperti tidak memiliki hati sama sekali di tiap omongannya.

No comments:

Post a Comment