Wednesday, December 30, 2009

Klarifikasi Tentang Begadang

Kepada teman-teman Monkey to Millionaire semua,

Maaf baru menulis sekarang untuk klarifikasi seputar penampilan Monkey to Millionaire di acara Begadang Trans 7 pada Jumat 18 Desember 2009 jam 12 malam lalu. Cukup banyak yang menyatakan kekecewaannya atas penampilan itu, dan kami pun kecewa. Jadi ada baiknya menenangkan diri dulu dan merenungkan kembali sebelum berkomentar lebih lanjut.

Bagi yang tak sempat menyaksikan, Monkey to Millionaire seharusnya tampil membawakan dua lagu (salah satunya lagu orang) serta ikut wawancara bersama tamu lain yang hadir di malam itu, yaitu para pemeran dan sutradara film Air Terjun Pengantin. Tapi karena kendala teknis di pihak Trans 7, kami hanya membawakan satu lagu - itu pun bukan lagu kami, dipilih secara mendadak, mengalami gangguan teknis, dan tak ditayangkan secara utuh - dan sisanya dibatalkan.

Mungkin ada yang bertanya, "Untuk apa Monkey to Millionaire tampil di TV kalau ujung-ujungnya mengecewakan? Bawa lagu orang lain pula, bukan lagu sendiri." Memang tak bisa dipungkiri bahwa tampil di TV adalah kesempatan promosi yang baik, yang dapat memperkenalkan diri kepada masyarakat yang sebelumnya belum tahu, atau menjadi hiburan bagi teman-teman yang belum sempat menyaksikan kami secara langsung. Kesempatan ini belum tentu didapat oleh semua band, jadi itulah mengapa Monkey to Millionaire mau tampil di Begadang, setelah Sinjitos Records berhasil memperoleh kesempatan itu untuk kami. Kami menghadapi kesempatan itu dengan pikiran terbuka, yang penting bisa memperkenalkan musik Monkey to Millionaire kepada masyarakat lebih luas. Soal bisa diapresiasi atau tidak, itu urusan belakangan.

Mengenai lagu yang dimainkan, pihak Begadang meminta agar kami memainkan satu lagu milik orang lain, di luar lagu kami sendiri. Sebenarnya kami tidak mau, tapi karena itu kemauan pihak acara, maka kami mempersiapkan sebuah cover version, yaitu "Breed" oleh Nirvana. Untuk lagu sendiri, kami ingin membawakan "Satu Nama" karena berpikir sudah waktunya memperkenalkan lagu selain yang sudah menjadi single.

Namun ternyata ketika kami membawakan "Breed" di soundcheck sebelum acara dimulai, pihak produser meminta agar kami memainkan lagu yang lebih pelan. Mereka mengusulkan "Island In the Sun" milik Weezer tapi kami menolak karena kurang hafal. Kami sempat minta agar kedua lagu yang dibawakan adalah lagu Monkey to Millionaire saja, tapi mereka tetap bersikeras agar salah satunya adalah lagu orang, karena harus "dipertanggungjawabkan kepada atasan". Akhirnya setelah diskusi panjang lebar, lagu yang dipilih dan bisa dimainkan kami bertiga dengan cukup kompeten dan persiapan minim adalah "About a Girl" milik Nirvana juga. Sedangkan untuk lagu Monkey to Millionaire, kami memutuskan untuk membawakan "Strange Is the Song In Our Conversation" saja, karena "Satu Nama" juga tergolong terlalu keras.

Yang terjadi selanjutnya kurang lebih seperti apa yang terlihat di TV. Kami memainkan "About a Girl" sebisanya dengan persiapan nol, dan vokal Wisnu mungkin dengar kacau karena monitor-nya tak berfungsi saat memainkan lagu itu. Saat di studio kami baru tahu kalau lagunya tak ditayangkan secara utuh setelah membaca komentar-komentar di Twitter. Kami pun memilih untuk tidak berlarut-larut memikirkan lagu pertama, dan bersiap-siap untuk lagu kedua.

Ternyata produser berkata bahwa lagu kedua dan segmen wawancara Monkey to Millionaire terpaksa ditiadakan. Kami sempat menawarkan untuk memainkan lagu kedua saja dan tak perlu wawancara, tapi mereka berkata bahwa itu tidak memungkinkan akibat parahnya gangguan teknis dan molornya acara. Kami akhirnya nongkrong di depan bersama teman-teman street team Monkey to Millionaire yang datang untuk menonton, sementara Hasief (manajer Monkey to Millionaire) dan Leo (Sinjitos Records) berurusan dengan tim Begadang, yang ternyata setelah acara usai dimarahi dulu oleh atasannya karena kekacauan teknis.

Mereka minta maaf kepada kami atas gangguan teknis yang mengakibatkan penampilan Monkey to Millionaire dipotong. Kami memaklumi hal tersebut, dan tidak menyalahkan mereka. Kadang-kadang gangguan teknis berada di luar kuasa dan prediksi, dan bisa dibilang Monkey to Millionaire kurang beruntung kali ini.

Masalahnya, gangguan teknis ini mengakibatkan tidak tercapainya tujuan Monkey to Millionaire tampil di acara tersebut, yakni untuk mempromosikan musik kami. Memang, kami sempat tampil, tapi itu hanya untuk kurang lebih 1 menit, membawakan lagu orang dan kurang maksimal pula karena kurangnya persiapan dan gangguan teknis. Kami memang bukan band Top 40, jadi harap maklum kalau membawakan lagu orang bukan prioritas. Kalau itu adalah lagu orang yang memang ada di album kami, lain lagi ceritanya. Rasanya itu bukan pendirian yang berlebihan; band manapun pasti akan lebih bangga membawakan lagu sendiri daripada lagu orang lain.

Intinya, kalau kami tampill di TV, kami ingin muncul dengan membawakan lagu kami sendiri. Gangguan teknis di Begadang bisa dibilang secara tidak sengaja mencuri kesempatan itu. Sekali lagi kami tidak menyalahkan pihak Trans 7 atas gangguan yang tak bisa ditebak itu, namun kami merasa mereka masih berutang secara moral kepada Monkey to Millionaire yang telah melakukan semua yang mereka minta demi kelancaran acara, namun ternyata kepentingan Monkey to Millionaire sendiri tidak terpenuhi. Dalam diskusi pasca-acara pada malam itu, mereka menyatakan kesanggupan untuk menebusnya dalam kesempatan lain yang akan datang. Semoga itu bisa terwujud dan kepentingan semua pihak yang terlibat bisa terpenuhi dengan baik.

Terima kasih atas perhatiannya,

WisnuAganEmir

P.S. Kamu bisa coba request lewat Facebook agar Monkey to Millionaire dapat tampil di:

Begadang (Trans 7): http://www.facebook.com/pages/Begadang-Trans7/175267657358
Derings (Trans TV): http://www.facebook.com/pages/DeRingS-TransTV/118502434490

2 comments:

  1. Okayyy.....
    TETEP SEMANGAT!!
    banyak orang yang mendukung kalian!!
    yeah!!

    :kapan2 maen di solo ya:

    ReplyDelete
  2. Komen dari orang awam tentang band ini (sedikit curhat)
    Beneran waktu awal dengerin lagu yang rules adn policy, gw kira ni band dari amerika...komposisi musik sama irama yg gak umum banget buat band Indonesia (dan kayaknya juga bukan hasil dari plagiat nada).......gw suka..jarang banget Indonesia punya band kayak gini (setelah masa2 sekarang ini musik Indonesia diracunin sama lagu2 gak penting dan pasaran yang beredar di acara "Dahsyat" dkk,semuanya hampir sama)....kelas buat musik kalian jauh beda sama mereka.....gw yakin itu...

    Dan bukan itu aja...cara kalian memandang suatu acara bener2 idealis....emang kadang yang punya acara tu kadang suka seenaknya...mentang dia ngerasa bayar kalian buat manggung, mereka jadi ngerasa bisa buat kalian maklum kayak gitu...gw dah sering denger yg kayak gitu di event Jepang2an di Jogja....tp tu yg ngadain anak2 SMA,bukan stasiun TV....dan yg gw salut,kalian gak diem aja ngeliat tujuan kalian gak di penuhi sama mereka (kerena bukan bayaran kan yg kalian pengen dari manggung di sana?), tapi semangat ingin menunjukkan musik kalian....idealis banget......

    Gw beneran suka sama semangat kalian....hebat, mudah2an bisa jadi next legend di masa depan...Indonesia dah mulai kehilangan band2 hebat...

    Sukses buat kalian....gw tunggu lagu2 bagus yg lainnya....


    (sori loh klo gaya ngomong gw rada2 sok tau,abis campuran antara kagum sama kalian dan gemes sama musik2 gampangan,hehehehe)

    ReplyDelete